Move On,
lelah akan menunggu, berusaha, dan mempertahankan. Menunggu hasil dari usaha
yang selama ini kita perjuangkan. Berusaha mendapat apa yang selama ini kita
mimpi-mimpikan. Serta mempertahankan apa yang dulu telah kita tunggu-tunggu dan
kita usahakan. Move on adalah wujud lelah kita, wujud pasrah kita, dan wujud
keinginan akan ada harapan baru untuk kembali kita usahakan.
Apa iya harus tetap menunggu apabila
kemungkinan sangat sempit? Apa iya harus tetap berusaha dan mempertahankan keinginan
kita apabila orang itu tidak berusaha apapun untuk kita? Tegaslah untuk berkata
tidak. Dunia itu luas, kita bebas berkeinginan di sini. Tapi kita harus tau
mana saat untuk berusaha keras dan mana saat harus berhenti berusaha.
Move on bukan hanya dari seseorang yang
didambakan tapi move on juga dari hal yang kita inginkan. Move on bukan soal
melupakan tapi move on soal mengganti kebiasaan, mengganti tujuan, dan
mengganti harapan. Mustahil untuk kita dapat melupakan mimpi yang dulu kita
dambakan. Setelah move on, kita tak boleh kembali karena kita punya mimpi baru
untuk dicapai. Mengingat mimpi lama yang tak terwujud hanya menimbulkan
penyesalan.
Jika benar-benar ingin move
on buatlah keputusan yang tegas. Jangan ketika move on, kita menyesali hal yang
dulu-dulu. Jangan ketika move on, kita terus mengikuti perasaan yang masih
berkata “Ayo coba sekali lagi”. Bukan berarti sudah tidak mau usaha, tapi harus
sadar dimana saat pintu kemungkinan
sudah benar-benar tertutup. Jika memang sekiranya masih ada sedikit kemungkinan
kita tetap harus mencoba, terus mencoba, hingga pintu itu benar-benar tertutup.
So, move on-lah dengan
keputusan yang tegas. Dewasa lah dalam memilih untuk saatnya move on atau
belum. Jika memang belum saatnya mengganti tujuan dan harapan baru teruslah
usahakan hal yang masih didamba-dambakan. Percayalah, setelah hujan pelangi pasti
menyambut, setelah kegagalan kemenangan/kebahagiaan pasti menyambut. Jangan
menengok untuk menyesal. Dan move on dengan harapan baru!;)
-hay-
-hay-
