Sabtu, 10 Januari 2015

Sacrifice..


Sacrifice.. Satu kata ini berarti banyak bagi saya.. Pengorbanan.. Kita sungguh butuh banyak pengorbanan untuk yang kita inginkan.. Namun terkadang pengorbanan itu sia-sia di mata banyak orang.. Berusaha memberikan yang terbaik.. Tapi tetap saja dinilai buruk..

"For Those I Love, I Will Sacrifice" saya akan berkorban untuk yang saya cintai.. Namun terkadang setelah kita berkorban kita justru semakin diacuhkan juga tak dihargai.. 

Untuk sukses kita juga perlu berkorban banyak.. Mengorbankan rasa ingin berhura-hura, rasa malas, jenuh dalam usaha.. Tapi kita tetap tak boleh mengorbankan orang yang dicinta, keluarga.. Karena dukungan dari keluarga kita berada di titik ini.. Karena orang tua kita bisa ada di sini.. Dan jangan pernah mengorbankan "taatmu" untuk mencapai sukses.. Taatmu pada Allah itulah yang menjadikanmu kelak akan sukses dan seperti sekarang ini..

Hmm.. Kalau pengorbanan cinta menurut saya kurang pantas dilakukan untuk kaum hawa.. Tapi bila pengorbanan itu tak terlalu besar itu wajar-wajar saja.. Kita memang harus mau berkorban untuk yang disayang.. Karena saya pun percaya kelak mereka akan berkorban untuk kita.. Ataupun dulu mereka pernah berkorban untuk kita..

Berkorban bukan hanya untuk mencapai apa yang kita inginkan.. Tapi sisi terbaik dalam berkorban adalah merelakan sesuatu untuk orang lain.. Ketika melihat orang yang kita sayangi bahagia pasti kita pun juga akan bahagia..

Jadi.. Setiap orang pasti memiliki saatnya masing-masing.. Kapan dia akan berkorban.. dan Kenapa dia berkorban.. Setelah melihat ada orang yang rela berkorban untuk kita disaat itulah kita harus menyadari kita telah disayangi.. Kehidupan ini tentang kebersamaan.. Bukan tentang tujuan masing-masing individu..

Terombang-Ambing



Yap "too short to wait" Kita bisa lakuin banyak hal yang berpengaruh penting bagi hidup.. Bukan hanya bisa menunggu saja.. Menunggu yang tidak pasti..

Hanya menunggu.. terombang-ambing janji yang entah itu benar dari hatinya atau janji yang hanya terucap di lisan saja.. Apa iya saat menunggu kita harus diam? Menunggu janji indah si dia atau menunggu janji temanmu.. Atau bahkan menanti jawaban dari Sang Maha Kuasa.. Seperti berada di perahu karet tanpa dayung di tengah lautan luas.. Akan sangat sulit mencapai yang di inginkan apabila hanya menunggu diam.. Kita perlu dayung untuk memudahkan kita mencapai tujuan.. Kita perlu kompas untuk mengarah ke tujuan yang tepat.. Di sini dayung berarti usaha kita dan kompas berarti Allah SWT...

Terombang-ambing hanya menambah kegalauan kita.. Menjadi resah, galau, dan bingung.. Terkadang orang yang terombang-ambing hanya seperti orang bodoh yang  mau menunggu janji-jani tidak pasti, janji-jani orang yang tidak karuan..

Apa terombang-ambing karena si dia memberikanmu harapan lebih padahal itu cuma sebatas teman? Jika sudah terjerat dalam cinta memang seperti itu ya.. Seperti buta, gila, bodoh, dan tuli.. Tak bisa melihat dan mendengar kejelekan si dia.. Terlalu tergila-gila bahkan ada yang lupa dengan tuhannya.. Bodoh, tidak bisa berpikir panjang.. Keras kepala hanya mau melakukan apa yang di inginkan.

Tapi setelah mendapat kepastian saya sering bertanya.. Kenapa saya harus nunggu? Padahal ini sama sekali ga penting buat ditunggu? Ga ada gunanya saya nunggu.. Ada dua kemungkinan kepastian.. Yang pertama, ternyata ada jalan lain.. Jalan saya bukan seperti ini saya harus berhenti menunggu.. Yang kedua, akhirnya saya mendapatkan apa yang telah lama saya nanti-nantikan.. Tidak sia-sia penantian saya..


So, tunggu lah hal dengan usaha dan do'a.. Kita punya jalannya masing-masing.. Jangan mudah mengeluh saat menunggu.. Karena orang yang mengeluh menunggu adalah orang yang hanya menunggu dalam diamnya tanpa usaha dan do'a.. Juga hanya dapat membayangkan kebhagiaanya.. Tanpa berpikir apa yang harus dilakukan untuk mewujudkannya...



-hay-



Gotta Keep My Head Held High


Gambar ini memiliki arti yang cukup mendalam bagi saya..

Ketika kita memiliki masalah, disitulah kita sedang "ujian" untuk naik tingkat ke tahap yang lebih dewasa. Masalah kadang membuat kita lupa dengan siapa pencipta kita. Masalah membuat kita lupa bahwa dulu kita juga pernah bahagia.. Kehidupan memiliki fasenya.. Semakin dewasa kita hadapi masalahnya maka semakin tinggi pula tingkat "kelulusan ujian" pendewasaannya.

"KEEP YOUR HEAD UP" tetap angkat kepala kita.. Menangis itu sah-sah saja asal jangan berlarut-larut. Setelah merasa puas menangis, usap air matamu.. Jangan tunjukan dunia bahwa kamu adalah pribadi yang lemah dan mudah menangis.. Tunjukan bahwa kamu adalah pribadi yang kuat melewati masalah-masalahnya.. Jangan biarkan mereka mengasihanimu.. Setiap orang memiliki sisi kuatnya masing-masing.. Tiap orang pasti berbeda dimana sisi kuatnya..

"KEEP YOUR HEART STRONG" tetap kuatkan hatimu.. Kecewa, menyesal, marah, emosi, stress, hingga depresi.. Orang yang sedang seperti itu pasti sedang lupa dimana sisi kuatnya.. Terkadang juga ada yang menyalah-nyalahkan takdir Allah.. Itu pasti hanya sementara.. Jangan buat matamu yang indah itu meneteskan satu tetes pun air mata.. Kuatkan dirimu.. Jika air itu masih bisa ditahan maka ditahan.. Jika sudah tidak kuat, lepaskan lah..

Jadi.. Jangan buat dirimu terlihat lemah.. Dan tetap selalu kuatkan hatimu.. Sembunyikan sedih dan kecewa mu.. Karena akan ada beberapa orang yang senang melihat penderitaanmu itu.. Buat beberapa orang itu gondok karena kuatnya dirimu atas semua masalahnya..


-hay-

Datang lalu Pergi..



Setiap yang datang pasti akan pergi, ini soal takdir. Kita hanya bisa menyimak bagaimana takdir bercerita juga mengikuti alur takdir.
Entah kapan mereka pergi.. Entah kapan mereka kembali.. Entah kapan mereka datang.. Semuanya menjadi rahasia.. Entah siapa yang akan datang.. Dan entah ini saatnya siapa untuk pergi.. Sungguh tidak enak bila kita jalani hidup dengan beratus ribu pertanyaan.. Saya yakin, sangat yakin bahwa dunia ini menyimpan jutaan rahasia.. Yang setiap orang pasti akan menemukan satu per satu rahasia itu.. Hingga akhir yang menjawab segalanya..
Saya sering bertanya.. Kenapa dia hadir di hidup saya? apa ini hanya kebetulan belaka? Apa dia memiliki cerita dengan saya? Tapi saya percaya tidak ada kebetulan.. Dia datang untuk menyatukan cerita dengan saya... Atau dia hanya datang untuk berbagi ceritanya dengan saya..
Saya sering bertanya.. Kenapa datang jika akhirnya pasti pergi? Kenapa dia mendekat jika akhirnya pasti menjauh? Kenapa dia datang di saat yang tidak tepat? Kenapa harus dia yang datang? Penyesalan yang sering dialami banyak orang. Apa kita harus berdiam dalam penyesalan? Tidak. Kita tidak boleh terus mengeluh. Kita harus punya usaha untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan serta menggali rahasia dunia.

Kenapa harus dia? Padahal saya sudah berusaha sekuat mungkin? Kebahagiaan itu pasti datang dan pergi. Kita harus paham bahwa takdir tak selalu berpihak ke kita. Semua orang berhak bahagia tapi tak selamanya. Orang yang kini sedang berbahagia pasti akan merasakan “sakit”.  Orang yang kini sedang merasakan “sakit” pasti akan berbahagia juga. Yakinkan juga dirimu bahwa masih banyak kesempatan lain di depan yang sedang menantimu.
Jadi, Datang dan pergi bukan hanya soal orang tapi juga soal kesempatan, masalah, juga kebahagiaan. Tiap kesempatan pasti akan datang lalu hilang, tiap masalah pasti akan datang juga pasti lalu hilang, sama halnya dengan kebahagiaan yang punya waktu untuk datang tapi juga punya waktu untuk pergi. Setiap yang datang, pasti akan pergi.. Perlu dipahami datang dan perginya hal pasti ada alasannya.. Kelak pertanyaan kita akan terjawab dan kita akan paham apa alasan datang dan pergi-nya hal itu.

-hay-